Senin, 22 Maret 2010
dari tugas jadi curcol
sampai sekarang masih belim bisa menikmati rasanya menulis,, hmmm mungkin lain waktu..
Senin, 11 Mei 2009
pertemuan terakir praktikum Sistem Digital
Weihhh… pertemuan terakhir praktikum neh, minggu depan tinggal response…
Di bab terakhir msa Riza ngejelasin tentang Regiter, yuk dengerin penjelasannya…
Register merupakan salah satu piranti fungsional yg paling banyak digunakan di dalam system digital. Registrasi geser dikelompokkan sebagai urutan rangkaian logika, dan oleh karena itu registrasi geser disusun dari flip-flop. Registrasi geser digunakan sebagai memori sementara dan untuk pergeseran data ke kiri atau ke kanan. Registrasi geser juga digunakan untuk mengubah data seri ke parallel atau data parallel ke seri.
singkat, jelas, dan padat hehehe...
makasi buat mas Riza yg udah ngasi qta ilmu tentang SD...
semoga bermanfaat buat kita semua..
Jumat, 01 Mei 2009
Yuk dengerin penjelasanya …
Half adder adalah suatu rangkaian penjumlahan system bilangan biner yang paling sedrhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit, saja. Rangkaian Half Adder memiliki 2 terminal input t untuk 2 variable bilangan biller clan 2 terminaloutput, yaitu SUMMARY OUT (SUM) dan cARRY OUT(CARRY).
Contoh :
a. Input: A = 1 Output: SUM = 1
B = 0 +
CARRY = 0
01
b. Input: A = 1 Output: SUM = 1
B = 1 + CARRY = 0
10
Jadi CARRY OUT hanya akan berada pada keadaan logika 1 bilamana semua inputnya berada pada keadaan logika 1, persamaan logika dari rangkaian Half Adder ini adalah :
SUM = (A + B)(A . B)
CARRY = A . B
Full Adder
Rangkaian Full Adder dapat digunakan untuk menjumlahkan bilangan-bilangan biner yang lebih dari 1 bit. Penjumlahan bilangan-bilangan bine sama halnya dengan penjumlahan bilangan decimal dimana hasil penjumlahan tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu SUMMARY (SUM) clanCARRY, apabila hasil penjumlahan pada suatu tingkat atau kolom melebihi nilai maksimumnya maka outputnya CARRY akan berada pada keadaan logika 1.
a. Sistem bilangan decimal : 20
15 +
35
b. Sistem Bilangan biner : A 01
B 11 +
100
Jadi untuk penjumlahan ini CARRY akan selalu dijumlahkan dengan angka-angka yang terdapat pada tingkat atau kolom berikutnya. Rangkaian full Adder dapat dibentuk oleh gabungan 2 buah rangkaian Half Adder dan sebuah OR gate untuk menunjukkan CARRY outputnya. Perlu dijelaskan disini bahwa rangkaian Half Adder tidak memiliki fasilitas CARRY input sehingga rangkaian Half Adder hanya dapat melakukan operasi penjumlahan maksimum 1 bit saja.
Bab 8 Rangkaian aritmatika (subtractor)
Half Subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan operasi pengurangan data-data bilangan biner hinga 1 bit saja. Half Substractor memiliki 2 terminal input untuk 2 variable bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu SUMMARY OUTPUT (SUM) clan BORROW OUTPUT (BORROW)
a. Input A = 1 Artinya : SUM = 1
Output 01
b. Input A = 0 Artiny : SUM = 1
B = 1 - BORROW = 1
Output 11
Pada contoh tersebut input B sebagai bilangan pengurangnya. Operasi pengurangnya sama dengan pada system bilangan desirnal, yaitu bilangan suatu kolom lebih kecil daripada bilangan pengurangnya pada kolom yang sama, maka harus diambil 1 angka dari bilangan pada kolom berikutnya yang memiliki nilai atau derajat yang lebih tinggi dan kemudian ditambahkan pada bilangan yang dikurangi tersebut. Perbedaanya hanya terletak pada variasi angka-angka disetiap kolomnya. Pada system bilangan biner hanya terdapat dua variasi yaitu 0 dan 1. Hasil pengurangan pada contoh b diatas memberikan keadaan SUNNARY outputnya 1, karena nilai angka 1 dari kolom berikutnya yang diambil untuk dijumlahkan dengan data A adalah 2.
Jadi proses pengurangannya dapat ditulis sebagai berikut SUM = (2 + 0) – 1 = 1
BORROW output akan berada pada keadaan logika 1 apabila bilangan pengurangnya lebih besar nilainya dari pada bilangan yang dikuranginya.
Persamaan logika dari rangkaian Half Subtractor ini adalah :
SUM = A . B’ + A’. B
BORROW = A . B
Pada prinsipnya rangkaian Half Subtractor dapat digambarkan sebagai berikut :
Full Subtractor
Rangkaian Full subtractor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan-bilangan biner yang lebih dari 1 bit. Dengan 3 terminal input yang dimiliki yaitu terminal BORROW input, maka rangkaian ini mampu melakukan operasi pengurangan logika dengan 8 variasi keadaan dari input-inputannya. Contoh berikut ini menunjukkan operasi pengurangan bilangan biner 2 bit, dengan keadaan BORROW input pada kolom pertamanya adalah =m 0
a. Input A = 01
B = 11 -
Output : SUM = 10
BORROW = 10
b. Input A = 10
B = 01 -
Output : SUM = 01
BORROW = 01
Persamaan logika untuk output-output rangkaian Full Subtractor ini adalah :
SUM : A.B’.C’ + A’.B’.C + A’.B.C’ + A.B.C
BORROW : A’.B’.C + A’.B.C’ + A’.B.C’ + A.B.C
Dimana : A = Data input (bilangan yang akan dikurangi)
B = Data input (bilangan pengurangnya)
C = BORROW input
Keadaan BORROW output pada suatu tingkat atau kolom akan berada pada keadaan logika 1 apabila bilangan pengurangan pada kolom tersebut nilainya lebih besar daripada bilangan yang akan dikurangi. Berbeda denga system bilangan decimal dimana nilai 1 angka yang diambil dari suatu kolom (BORROW) adalah = 10, maka pada system bilangan biner nilainya adalah = 2.
Tabel kebenaran Full adder
| INPUT | OUTPUT | |||
| A | B | CARRY IN | CARRY | SUM |
| 0 | 0 | | | |
| 0 | 1 | | | |
| 1 | 0 | | | |
| 1 | 1 | | | |
Tabel kebenaran Full subtractor
| INPUT | OUTPUT | |||
| A | B | BORROW IN | BORROW | SUM |
| 0 | 0 | | | |
| 0 | 1 | | | |
| 1 | 0 | | | |
| 1 | 1 | | | |
PencacaH (BaB 6)

Jumat, 03 April 2009
Tugas Pertemuan ke-5
Jenis-jenis flip-flop :
· RS flip -flop
Dengan menambah beberapa gerbang pada bagian input rangkaian dasar, flip-flop tersebut hanya dapat merespon input selama terdapat clock pulsa. Output dari flip-flop tidak akan berubah selama clock pulsanya 0 meskipun terjadi perubahan pada inputnya. Output flip-flop hanya akan be rubah sesuai dengan perubahan inputnya jika clock pulsa bernilai 1.
R-S atau S-R flip flop adalah tipe flip flop yang mempunyai masukan tak sinkron S (Set) atau R (Reset) atau keduanya, dan keluaran Q dan Q’. Masukan R dan S pada rangkaian flip flop dapat disinkronkan dengan menambahkan masukan clock pada rangkaian seperti pada gambar diatas. Keluaran Q tidak dapat merespon masukan S dan R sebelum ada masukan clock.
Konsep Flip-flop RS yang harus diingat adalah sbb:
1. R dan S keduanya rendah berarti keluaran y tetap berada pada keadaan terakhirnya secara
tak terbatas akibat adanya aksi penggrendelan internal.
2. Masukan S yang tinggi mengeset keluaran y ke 1, kecuali jika keluaran ini memang telah
berada pada keadaan tinggi. Dalam hal ini keluaran tidak berubah, walaupun masukan S
kembali ke keadaan rendah.
3. Masukan R yang tinggi mereset keluaran y ke 0, kecuali jika keluaran ini memang telah
rendah. Keluaran y selanjutnya tetap pada keadaan rendah, walaupun masukan R kembali
ke keadaan rendah.
4. Memberikan R dan S keduanya tinggi pada saat yang sama adalah terlarang karena
merupakan pertentangan (Kondisi ini mengakibatkan masalah pacu, yang akan dibahas
kemudian).
· JK flip-flop
Flip flop J-K merupakan flip flop universal dan digunakan paling luas, memiliki sifat dari semua flip flop jenis lain.
Gambar memperlihatkan salah satu cara untuk membangun sebuah flip-flop JK, J dan K disebut masukan pengendali karena menentukan apa yang dilakukan oleh flip-flop pada saat suatu pinggiran pulsa positif tiba. Rangkaian RC mempunyai tetapan waktu yang sangat pendek; hal ini mengubah pulsa lonceng segiempat menjadi impuls sempit. Pada saat J dan K keduanya 0, y tetap pada nilai terakhirnya.
Pada saat J rendah dan K tinggi, gerbang atas tertutup, maka tidak terdapat kemungkinan untuk mengeset flip-flop. Pada saat y adalah tinggi, gerbang bawah melewatkan pemicu reset segera setelah pinggiran pulsa lonceng positif berikutnya tiba. Hal ini mendorong y menjadi rendah . Oleh karenanya J = 0 dan K=1 berarti bahwa pinggiran pulsa lonceng positif berikutnya akan mereset flip-flopnya.
Pada saat J tinggi dan K rendah, gerbang bawah tertutup dan pada saat J dan K keduanya tinggi, kita dapat mengeset atau mereset flip-flopnya.
· D flip-flop
D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebi dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yairu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat disi
· Master slave
suatu cara lain untuk menghindarkan pacu. Cara kerjanya adalah sebagai betikut. Pertama, flip-flop utama terpicu-pinggiran-positif dan flip-flop pembantu terpicu-pinggiran-negatif. Oleh karenanya, flip-flop utama memberikan tanggapan terhadap masukan-masukan J dan K nya sebelum flip-flop pembantu. Jika J=1 dan K=0, flip-flop utama diset pada saat pinggiran pulsa lonceng positif tiba. Keluaran y yang tinggi dari flip-flop utama mendrive masukan J pada flip-flop pembantu, maka pada saat pinggian pulsa lonceng negatif tiba, flip-flop pembantu diset, menyamai kerja flip-flop utama.
Jika J=0 dan K=1, flip-flop utama direset pada saat pinggiran naik pulsa lonceng tiba. Keluaran y yang tinggi dari flip-flop utama menuju ke masukan K pada flip-flop pembantu. Oleh karenanya, kedatangan pinggiran turun pulsa lonceng mendorong flip-flop pembantu untuk reset. Seklai lagi, flip-flop pembantu menyamai kerja flip-flop utama.
Jika masukan J dan K pada flip-flop utama adalah tinggi, maka flip-flop ini toggle pada saat pinggiran pulsa lonceng positif tiba sedang flip-flop pembantu toggle pada saat pinggiran pulsa lonceng negatif tiba. Dengan demikian, apapun yang dilakukan oleh flip-flop utama, akan dilakukan pula oleh flip-flop pembantu: jika flip-flop utama diset, flip-flop pembantu diset; jika flip-flop utama direset, flip-flop pembantu direset pula.
pertemuan ke-4 (GERBANG KOMBINASIONAL)
Gambar logika percobaan gerbang kombinasional :

Pengkabelan Gate kombinasional :
Gerbang Pembangun Universal
Ga kerasa uda pertemuan ke-3 aja neh,. Di pertemuan ke-3 ini q & temen-temen praktikan diajarin tentang Gerbang pembangun universal sama mas riza,. Dan gerbang Universal itu adalah gerbang NAND yang mempunyai dua atau lebih sinyah input, serta satu buah sinyal keluaran. Keluaran gerbang NAND gate akan bernilai 1, apabila satu atu lebih dari sinyal input berlogic 0. Dan keluaran NAND gate akan bernilai 0 apabila semua sinyal inputannya berada pada logic 1. Trus kata mas riza Gerbang NAND tu bisa di gunain untuk membangun gerbang-gerbang dasar yang lain sehingga di sebut sebagai gerbang pembangun universal.
Berikut contoh gambar gerbang NAND :

Dan setelah dengerin penjelasan mas riza kita mule praktek de…
Sistem Digital pertemuan ke-2
Di awal praktikum di jelasin tentang , pertama Gerbang Dasar NOT disebut juga gerbang pembalik, Gerbang NOT hanya mempunyai satu masukan dan satu keluaran. Bila masukan bernilai 0, maka gerbang NOT akan member complement atau lawannya yaitu 1 dan demikian pula sebaliknya, berikut table kebenaran gerbang NOT:
Skema pengkabelan :
Yang ke dua tentang Gerbang NAND merupakan kombinasi dari gerbang AND dan gerbang NOT. Sehingga keluaran dari gerbang NAND merupakan komplemen dari keluaran gerbang AND, berikut table kebenarannya :



Skema pengkabelan :
Habis dengerin penjelasan dari mas riza, kita nyoba praktekin di alat digital trainer NX-4
contoh artikel :
1. Gerbang AndGerbang AND akan mempunyai keluaran 1 jika semua masukan pada logika 1, sebaliknya akan mempunyai keluaran 0 jika semua masukannya adalah 0. Jika salah satu masukan mempunyai logika 0 maka keluarannya akan berlogika 0
2. Gerbang NAND
Gerbang NAND akan mempunyai keluaran 0 bila semua masukan pada logika 1, sebaliknya jika ada sebuah logika 0 pada sembarang masukan pada Gerbang NAND maka keluarannya akan bernilai 1. Kata NAND merupakan kependekan dari NOT AND yang merupakan ingkaran dari Gerbang AND
3. Gerbang OR
Gerbang OR akan memberikan keluaran 1 jika salah satu dari masukannya pada keluaran 1. Jika diinginkan keluaran bernilai 0, maka semua masukan harus dalam keadaan 0
4. Gerbang NOR
Gerbang NOR akan memberikan keluaran 0 jika salah satu dari masukan pada keadaan 1, jika diinginkan keluaran bernilai 1, maka semua masukan harus dalam keadaan 0. Kata NOR merupakan kependekan dari NOT OR, yang merupakan ingkaran dari Gerbang OR
5. Gerbang NOT
Gerbang NOT merupakan gerbang satu masukan yang berfungsi sebagai pembalik (inverter), Jika masukannya tinggi maka keluarannya rendah dan sebaliknya
6. Gerbang EXOR
Gerbang EXOR (dari kata Exclusive OR) akan memberikan keluaran 1 jika masukan-masukannya mempunyai keadaan yang berbeda. keluaran Gerbang EXOR merupakan penjumlahan biner dari masukannya
Senin, 23 Februari 2009
awal kegiatan praktikum
Gerbang tersebut mencakup, Gerbang AND yaitu out put akan bernilai satu apabila inputan (A & B) bernilai 1. Gerbang OR yaitu output akan bernilai 0 apabila kedua inputan (A & B) bernilai 0.
Kita juga diajarkan menggunakan mesin digital dengan menancapkan sebuah IC7408 atau IC74CS32 untuk pembuktian di tabel kebenaran dan menggambarkannya dalam skema pengkabelan.
Dalam praktikum tersebut kita jadi lebih mengerti tentang digital, walaupun belum begitu banyak menguasainya.





