Jumat, 01 Mei 2009

Bab 7 & bab 8 tentang Rangkaian aritmatika (adder) & rangkaian aritmatika (subtractor),kali ne 2 bab sekaligu yg mas Riza mo jelasin…

Yuk dengerin penjelasanya …

Half adder adalah suatu rangkaian penjumlahan system bilangan biner yang paling sedrhana. Rangkaian ini hanya dapat digunakan untuk operasi penjumlahan data bilangan biner sampai 1 bit, saja. Rangkaian Half Adder memiliki 2 terminal input t untuk 2 variable bilangan biller clan 2 terminaloutput, yaitu SUMMARY OUT (SUM) dan cARRY OUT(CARRY).

Contoh :

a. Input: A = 1 Output: SUM = 1

B = 0 + CARRY = 0

01

b. Input: A = 1 Output: SUM = 1

B = 1 + CARRY = 0

10

Jadi CARRY OUT hanya akan berada pada keadaan logika 1 bilamana semua inputnya berada pada keadaan logika 1, persamaan logika dari rangkaian Half Adder ini adalah :

SUM = (A + B)(A . B)

CARRY = A . B

Full Adder

Rangkaian Full Adder dapat digunakan untuk menjumlahkan bilangan-bilangan biner yang lebih dari 1 bit. Penjumlahan bilangan-bilangan bine sama halnya dengan penjumlahan bilangan decimal dimana hasil penjumlahan tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu SUMMARY (SUM) clanCARRY, apabila hasil penjumlahan pada suatu tingkat atau kolom melebihi nilai maksimumnya maka outputnya CARRY akan berada pada keadaan logika 1.

a. Sistem bilangan decimal : 20

15 +

35

b. Sistem Bilangan biner : A 01

B 11 +

100

Jadi untuk penjumlahan ini CARRY akan selalu dijumlahkan dengan angka-angka yang terdapat pada tingkat atau kolom berikutnya. Rangkaian full Adder dapat dibentuk oleh gabungan 2 buah rangkaian Half Adder dan sebuah OR gate untuk menunjukkan CARRY outputnya. Perlu dijelaskan disini bahwa rangkaian Half Adder tidak memiliki fasilitas CARRY input sehingga rangkaian Half Adder hanya dapat melakukan operasi penjumlahan maksimum 1 bit saja.

Bab 8 Rangkaian aritmatika (subtractor)

Half Subtractor adalah suatu rangkaian yang dapat digunakan untuk melakukan operasi pengurangan data-data bilangan biner hinga 1 bit saja. Half Substractor memiliki 2 terminal input untuk 2 variable bilangan biner dan 2 terminal output, yaitu SUMMARY OUTPUT (SUM) clan BORROW OUTPUT (BORROW)

a. Input A = 1 Artinya : SUM = 1

Output 01

b. Input A = 0 Artiny : SUM = 1

B = 1 - BORROW = 1

Output 11

Pada contoh tersebut input B sebagai bilangan pengurangnya. Operasi pengurangnya sama dengan pada system bilangan desirnal, yaitu bilangan suatu kolom lebih kecil daripada bilangan pengurangnya pada kolom yang sama, maka harus diambil 1 angka dari bilangan pada kolom berikutnya yang memiliki nilai atau derajat yang lebih tinggi dan kemudian ditambahkan pada bilangan yang dikurangi tersebut. Perbedaanya hanya terletak pada variasi angka-angka disetiap kolomnya. Pada system bilangan biner hanya terdapat dua variasi yaitu 0 dan 1. Hasil pengurangan pada contoh b diatas memberikan keadaan SUNNARY outputnya 1, karena nilai angka 1 dari kolom berikutnya yang diambil untuk dijumlahkan dengan data A adalah 2.

Jadi proses pengurangannya dapat ditulis sebagai berikut SUM = (2 + 0) – 1 = 1

BORROW output akan berada pada keadaan logika 1 apabila bilangan pengurangnya lebih besar nilainya dari pada bilangan yang dikuranginya.

Persamaan logika dari rangkaian Half Subtractor ini adalah :

SUM = A . B’ + A’. B

BORROW = A . B

Pada prinsipnya rangkaian Half Subtractor dapat digambarkan sebagai berikut :



Full Subtractor

Rangkaian Full subtractor digunakan untuk melakukan operasi pengurangan bilangan-bilangan biner yang lebih dari 1 bit. Dengan 3 terminal input yang dimiliki yaitu terminal BORROW input, maka rangkaian ini mampu melakukan operasi pengurangan logika dengan 8 variasi keadaan dari input-inputannya. Contoh berikut ini menunjukkan operasi pengurangan bilangan biner 2 bit, dengan keadaan BORROW input pada kolom pertamanya adalah =m 0

a. Input A = 01

B = 11 -

Output : SUM = 10

BORROW = 10

b. Input A = 10

B = 01 -

Output : SUM = 01

BORROW = 01

Persamaan logika untuk output-output rangkaian Full Subtractor ini adalah :

SUM : A.B’.C’ + A’.B’.C + A’.B.C’ + A.B.C

BORROW : A’.B’.C + A’.B.C’ + A’.B.C’ + A.B.C

Dimana : A = Data input (bilangan yang akan dikurangi)

B = Data input (bilangan pengurangnya)

C = BORROW input

Keadaan BORROW output pada suatu tingkat atau kolom akan berada pada keadaan logika 1 apabila bilangan pengurangan pada kolom tersebut nilainya lebih besar daripada bilangan yang akan dikurangi. Berbeda denga system bilangan decimal dimana nilai 1 angka yang diambil dari suatu kolom (BORROW) adalah = 10, maka pada system bilangan biner nilainya adalah = 2.

Tabel kebenaran Full adder

INPUT

OUTPUT

A

B

CARRY IN

CARRY

SUM

0

0

1

0

0

0

1

1

0

1

1

0

1

0

1

1

1

0

1

0

Tabel kebenaran Full subtractor

INPUT

OUTPUT

A

B

BORROW IN

BORROW

SUM

0

0

1

0

1

0

1

1

1

1

1

0

0

1

0

1

1

0

1

0



PencacaH (BaB 6)

Dipertemuan ke-6 ini ga banyak si yang berangkat praktikum,, tapi ga pa2 tetep semangat!!
Kali ini mas Riza ngebahas tentang bab 6 yaitu materi tentang pencacah, Pencacah merupakan rangkaian-rangkaian logika pengurut. Pencacah mempunyai karakteristik penting yaitu jumlah hitungan maksimum (modus pencacah), menghitung keatas atau kebawah, operasi asikron atau sinkron dan bergerak bebas atau berhenti sendiri. Untuk menyusun rangkaian pencacah, digunakan flip-flop. Pencacah biasanya digunakan untuk menghitung banyaknya detak pulsa dalam waktu yang tersedia (pengukuran), untuk membagi frekuensi, dan penyimpanan data, dapat digunakan penyimpanan data dan dapat juga digunakan dalam pengurutan alamat dalam beberapa rangkaian aritmatika. Pencacah pada umumnya menggunakan IC TTL tipe SN 7454 atau SN 7474.